Posts

SOFTWARE QUALITY IS A MUST!

Image

Monday, 12th Week

Image
Berbeda dengan minggu lalu, pembahasan kali ini tentang level paling atas dari IS-Hierarchy, yaitu KMSs (Knowledge Management Systems). Dari arti kata knowledge sendiri adalah pengetahuan. Knowledge didapat dari kumpulan informasi yang didapat dari kumpulan data yang sudah diolah.


Gambar diatas merupakan contoh dari proses untuk mendapatkan knowledge. Pertama, terdapat data "Ada dua puluh pcs persediaan." Lalu, diolah menjadi informasi "Toko akan kehabisan persediaan dalam seminggu kecuali hari ini dilakukan pemesanan."  Lalu, dalam keadaan seperti ini, muncul lah pengetahuan bahwa toko harus menelepon untuk memesan barang persediaan. Dan, hal ini membantu toko tersebut untuk menentuka langkah apa yang harus diambil dengan melihat kenyataan yang seperti itu.

Thursday, 11th Week

Praktikum kali ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda dari biasanya, yaitu jam 18.30 dan bukan di lab, melainkan di kelas TC 108. Materi praktikum adalah Microsoft SharePoint Workspace. Sebelumnya, kami diharuskan untuk menginstal aplikasi tersebut. Saya belum pernah mendengar istilah share point sebelumnya, ternyata Microsoft SharePoint ini memudahkan kita untuk bekerja sama dengan orang lain dalam membuat dokumen, sketchpad, sharing gambar, dll yang ada pada workspace yang sama. Untuk dapat terhubung, kita harus berada pada satu jaringan, agar dpat terintegrasi satu sama lain.

Monday, 11th Week

Kuis pertama dari pak Arif dan........ WOW. Modelnya sih kayak mencongak gitu, seperti jaman saya SD dulu. Soal yang diberikan sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi waktu yang diberikan untuk membaca soal dan menjawab itu cepat sekali. Saya jadi bingung ketika sedang menjawab lalu tiba-tiba sudah ganti soal. Materi dari kuis tersebut yang sudah diajarkan beliau, MISs dan DSSs. Saat sudah selesai kuis, beliau meminta dua orang untuk maju ke depan menceritakan tentang apa itu MISs dan perasaan saat kuis tadi.

See you next round!

Thursday, 10th Week

Pak Arif menlanjutkan lagi pembahasan tentang materi kemarin, MISs. Beliau menjelaskan bahwa tanpa MISs, suatu organisasi tetap dapat berjalan dengan hanya Enterprise Systems. Dalam MISs, terdapat komponen yaitu people, device, procedure, dan database. Lalu, dalam MISs, terdapat report yang dimana berkaitan dengan user.

Pak Arif juga menjelaskan bahwa dalam suatu organisasi, IT hanya dapat membuat proses lebih cepat, detail, dan akurat. IT tidak dapat membuat suatu keputusan, harus ada human judgement disitu.

Monday, 10th Week

Pertemuan kali ini diajar oleh pak Arif Wibisono. Cara mengajarnya enak sih, saya bisa paham apa yang diterangkan. Beliau menjelaskan kembali materi yang sebelumnya telah disampaikan bu Vivin. Lalu, pak Arif menjelaskan tentang MISs (Management of Information Systems). Ciri-ciri dari MISs adalah mempunyai workflow, repetitive, dan memiliki report. Lalu, kami juga dijelaskan tentang mengapa masih diperlukan manusia dalam SPK. Hal ini karena diperlukan adanya human judgement, komputer tidak dapat bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang mungkin bisa terjadi, dan faktor psikologi. Pada akhir pertemuan, beliau memberi pertanyaan dimana yang bisa menjawab dengan benar boleh pulang. Pertanyaannya adalah "Kapan SPK tidak bisa digunakan?" Saya menjawab ketika SKS kami masih paketan, tidak memerlukan pengambilan keputusan untuk hal tersebut, ini merupakan implementasi dari sifatnya yang repetitive. Dan, saya pun boleh pulang. Hehe.

Thursday, 9th Week

Hari ini adalah pertemuan pertama dengan pak Hatma, dosen pengganti bu Vivin. Sebenernya pak Hatma baru mengajar di empat minggu terakhir perkuliahan. Tetapi, karena pak Arif ada urusan sehingga digantikan oleh pak Hatma. Cara mengajarnya lumayan sih, tetapi yang bikin males itu gara-gara tugas yang diberikan. Tugasnya itu amazing!!! Menurut saya ngga make sense ya, karena kami diharuskan untuk mendapatkan client dari universitas-universitas yang sudah ditentukan untuk mengikuti SESINDO (Seminar Sistem Informasi Indonesia) yang diadakan di Bali dengan harga kurang lebih Rp 700.000,00. Dan yang menambah ngga make sense-nya lagi, kami ngga boleh memilih target dari jurusan yang berbau IT. Terus gimana dooong? Pfffftt
Pak Hatma bilang kalo ngga dapet client, maka nilai kami nol. Ngga ada gitu diiat dari usaha kami memasarkan tiket tersebut bagaimana, yang dinilai hanyalah hasil akhir. Ckckck..